Lembaga Psikologi Innersight hadir untuk membantu Anda mengatasi trauma, meningkatkan kualitas hidup, dan menemukan potensi terbaik dalam diri.
Whatsapp
Kepribadian adalah pola unik dari pikiran, perasaan, dan perilaku seseorang yang relatif stabil sepanjang hidup. Namun, apakah kepribadian benar-benar tetap, atau bisa berubah seiring waktu? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu memahami bagaimana kepribadian terbentuk dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya.
Kepribadian seseorang tidak muncul begitu saja, melainkan merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor yang kompleks. Berikut adalah faktor utama yang berperan dalam pembentukan kepribadian:
Beberapa aspek kepribadian bersifat bawaan dan diwariskan melalui genetik. Misalnya, kecenderungan menjadi ekstrovert atau introvert, tingkat kepekaan emosional, dan sifat mudah marah atau tenang sering kali memiliki dasar biologis. Studi pada anak kembar identik yang dibesarkan di lingkungan berbeda menunjukkan bahwa faktor genetik memainkan peran penting dalam kepribadian.
Lingkungan memiliki pengaruh besar dalam membentuk kepribadian seseorang. Beberapa aspek lingkungan yang berpengaruh meliputi:
Kepribadian juga dipengaruhi oleh perkembangan otak dan kadar neurotransmitter seperti serotonin dan dopamin. Perubahan biologis di otak, termasuk cedera atau penyakit neurodegeneratif, dapat mengubah kepribadian seseorang secara signifikan.
Selama bertahun-tahun, banyak psikolog berpendapat bahwa kepribadian seseorang cenderung tetap stabil seiring waktu. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kepribadian tidak sepenuhnya tetap dan dapat berubah dalam kondisi tertentu. Berikut adalah beberapa faktor yang memungkinkan perubahan kepribadian:
Orang yang berpindah ke lingkungan baru, menghadapi tantangan besar, atau menjalani pengalaman hidup yang signifikan mungkin mengalami perubahan kepribadian. Misalnya, seseorang yang dulunya pemalu mungkin menjadi lebih percaya diri setelah bertahun-tahun bekerja dalam lingkungan sosial yang menuntut interaksi.
Pengembangan diri yang disengaja, seperti menjalani terapi, mengikuti pelatihan kepribadian, atau belajar keterampilan sosial, dapat membantu seseorang mengubah aspek tertentu dari kepribadiannya.
Seiring bertambahnya usia, orang sering kali mengalami perubahan kepribadian yang terkait dengan peran sosial mereka. Misalnya, seseorang yang dulunya kurang bertanggung jawab bisa menjadi lebih disiplin setelah menjadi orang tua atau mengambil posisi kepemimpinan.
Penuaan, perubahan hormon, serta gangguan psikologis atau neurologis dapat menyebabkan perubahan kepribadian. Misalnya, individu yang mengalami penyakit Alzheimer sering kali menunjukkan perubahan kepribadian yang drastis.
Jadi, kepribadian seseorang terbentuk melalui kombinasi faktor genetik, lingkungan, pengalaman hidup, dan perkembangan otak. Meskipun kepribadian cenderung stabil, penelitian menunjukkan bahwa perubahan kepribadian tetap memungkinkan, terutama dalam kondisi tertentu seperti pengalaman hidup yang kuat, pembelajaran diri, dan perubahan biologis.
Dengan kata lain, meskipun seseorang memiliki kecenderungan kepribadian tertentu sejak lahir, mereka masih memiliki kapasitas untuk berkembang dan berubah seiring waktu. Perubahan ini mungkin terjadi perlahan dan membutuhkan usaha, tetapi bukan sesuatu yang mustahil.
Jadi, apakah kepribadian bisa berubah? Jawabannya: Ya, meskipun tidak selalu mudah dan tidak semua aspek kepribadian dapat berubah secara drastis.
ditulis oleh: Wiwin Narti, M.Psi, Psikolog