Menguatkan Sinergi Orang Tua & Guru dengan Pendekatan Parenting dan Neuroteaching

Pada Senin, 24 Februari 2025, SD Negeri 149/VIII Muara Tebo menggelar kegiatan edukatif bertema "Bersama Mendidik: Sinergi Orang Tua & Guru untuk Masa Depan Gemilang." Kegiatan ini menghadirkan Wiwin Narti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber utama dalam dua sesi menarik yang berfokus pada pengelolaan emosi dalam parenting serta metode pembelajaran psikologi pendidikan yang dikombinasikan dengan pendekatan Neuroteaching.

Sinergi dalam Parenting: Mengelola Emosi dan Pendekatan dengan Anak

Sesi pertama yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 membahas pentingnya peran orang tua dan guru dalam memahami serta mengelola emosi anak. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk mengenali pola emosi anak, memahami teknik komunikasi yang lebih efektif, serta membangun hubungan yang lebih hangat dan suportif antara orang tua, guru, dan anak.

Pendekatan yang diterapkan dalam sesi ini tidak hanya berbasis teori psikologi tetapi juga dikemas secara interaktif melalui diskusi, simulasi kasus, dan studi pengalaman nyata. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai regulasi emosi, diharapkan baik guru maupun orang tua dapat lebih sabar dan bijak dalam menghadapi tantangan pengasuhan dan pendidikan anak.

Neuroteaching: Mengoptimalkan Potensi Anak dalam Pembelajaran

Pada sesi kedua, yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.00, peserta diajak untuk mengenal lebih dalam tentang Neuroteaching, sebuah pendekatan pembelajaran yang mengoptimalkan fungsi otak anak agar lebih mudah memahami materi dan meningkatkan motivasi belajar.

Dalam materi ini, Wiwin Narti menjelaskan bagaimana otak anak merespons berbagai metode pengajaran dan bagaimana guru dapat mengadaptasi strategi pembelajaran agar lebih efektif. Beberapa teknik Neuroteaching yang diperkenalkan antara lain:

  • Pembelajaran multisensori, yang melibatkan indera secara aktif dalam memahami materi.
  • Penerapan emosi positif, yang dapat meningkatkan daya ingat dan keterlibatan anak dalam pembelajaran.
  • Metode storytelling dan visualisasi, untuk membantu anak memahami konsep secara lebih mendalam.
  • Pemberian jeda dan relaksasi, agar otak tetap fokus dan tidak cepat lelah dalam menerima informasi.

Manfaat Kegiatan dan Harapan ke Depan

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta, baik guru maupun orang tua. Mereka merasa lebih terinspirasi dalam mengasuh dan mendidik anak dengan cara yang lebih ilmiah dan menyenangkan. Penerapan Neuroteaching juga dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21, di mana anak-anak perlu lebih aktif, kreatif, dan bersemangat dalam belajar.

Sebagai penutup, kegiatan semacam ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk turut serta mengadakan program serupa. Dengan sinergi yang kuat antara guru, orang tua, dan pendekatan pembelajaran yang berbasis sains, kita dapat membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Bagi sekolah yang tertarik untuk mengadakan kegiatan serupa, jangan ragu untuk menjalin kerja sama dengan para ahli di bidang psikologi pendidikan dan Neuroteaching. Bersama, kita bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif, nyaman, dan penuh semangat bagi anak-anak kita!